๐ ๐๐ค๐ญ๐จ๐ซ-๐ ๐๐ค๐ญ๐จ๐ซ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ฆ๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐ซ๐ฎ๐ก๐ข ๐๐๐ง๐ฒ๐๐ซ๐๐ฉ๐๐ง ๐๐๐ญ ๐๐๐ฌ๐ข
1. Zat pemacu (enhancers) Fe
a. Vitamin C (asam askorbat) pada buah.
b. Asam malat dan tartrat pada sayuran: wortel, kentang, brokoli, tomat, kobis, labu kuning.
c. Asam amino cystein pada daging sapi, kambing, ayam, hati, ikan. Suatu hidangan yang mengandung salah satu atau lebih dari jenis makanan tersebut akan membantu optimalisasi penyerapan zat besi.
d. Protein hewani maupun protein nabati tidak meningkatkan absorpsi tetapi bahan makanan yang disebut meat factor seperti daging, ikan dan ayam walaupun dalam jumlah yang sedikit akan meningkatkan zat besi non heme yang berasal dari serealia dan tumbuh-tumbuhan. Jadi apabila dalam konsumsi makanan sehari-hari tidak ada bahan makanan tersebut diatas, maka absorpsi zat besi dari makanan sangat rendah. Perlu diketahui bahwa susu, keju dan telur tidak meningkatkan absorpsi zat besi (Yanni, 2003)
2. Zat penghambat (inhibitors) Fe
a. Fitat pada dedak, katul, jagung, protein kedelai, susu coklat dan kacang- kacangan.
b. Polifenol (termasuk tannin) pada teh, kopi, bayam, kacang-kacangan.
c. Zat kapur atau kalsium pada susu, keju.
.png)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar